#Bencana
Banjir Bandang Terjang Desa Tangga Batu di Toba, Puluhan Rumah Warga Terendam Air dan Lumpur
Oleh Indrianifitri |
Dipublikasikan pada 14 Jul 2026
Bencana banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu-kayu besar melanda pemukiman warga di Desa Tangga Batu, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Peristiwa alam yang mengejutkan ini terjadi pada hari Rabu sore mulai pukul 16.30 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang sangat tinggi. Akibatnya, puluhan rumah warga setempat terendam air bercampur lumpur tebal.
Proses terjadinya banjir bandang ini berlangsung sangat cepat dan membuat warga panik. Menurut kesaksian beberapa penduduk, air sungai di dekat desa tiba-tiba meluap dan menjebol tanggul pembatas. Dalam hitungan menit, air berwarna cokelat pekat langsung mengalir deras memasuki pekarangan dan rumah-rumah, sehingga warga harus segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi tanpa sempat mengemas barang-barang berharga mereka.
Bencana ini terjadi karena curah hujan yang ekstrem melanda kawasan perbukitan Toba sejak siang hari, ditambah dengan kondisi tanah di hulu sungai yang sudah mulai gundul akibat alih fungsi lahan. Saluran drainase dan sungai yang ada di sekitar Desa Tangga Batu tidak mampu lagi menampung debit air yang datang dari arah bukit, sehingga air tersebut meluap menjadi banjir bandang yang merusak fasilitas umum.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, Bapak Sahat Siahaan, langsung turun ke lokasi untuk memimpin evakuasi. Beliau menjelaskan bahwa prioritas utama petugas saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh warga dan mendirikan posko pengungsian darurat. "Kami bergerak cepat mengirimkan perahu karet dan logistik bantuan makanan," ujar beliau saat diwawancarai oleh para wartawan di lokasi penampungan sementara.
Hingga malam hari, suasana di tempat pengungsian terpantau cukup ramai dan dipenuhi oleh anak-anak serta orang tua. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan para relawan bergotong-royong membantu membagikan selimut serta makanan siap saji untuk para korban banjir. Penerangan di area pengungsian sengaja dimaksimalkan menggunakan genset karena aliran listrik di desa tersebut sengaja dipadamkan demi keamanan warga.
Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian musibah ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena banyak perabotan rumah tangga, alat elektronik, dan sepeda motor warga yang rusak parah akibat terendam lumpur. Beberapa hewan ternak milik penduduk desa juga dilaporkan hilang terbawa arus air yang sangat kencang.
Memasuki hari berikutnya, genangan air perlahan-lahan mulai surut, meninggalkan lapisan lumpur setebal mata kaki di dalam rumah warga. Masyarakat bersama dengan para petugas kini mulai membersihkan sisa-sisa material banjir secara manual. Kita semua berharap pemerintah daerah segera memperbaiki tanggul yang jebol agar musibah serupa tidak terulang kembali saat hujan deras datang lagi.
← Kembali ke Beranda