#Ekonomi

Warga Mengeluh, Harga BBM Non-Subsidi Resmi Naik Mulai Juni 2026

Oleh Habib Barkah | Dipublikasikan pada 14 Jul 2026
Warga Mengeluh, Harga BBM Non-Subsidi Resmi Naik Mulai Juni 2026
PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo di seluruh Indonesia. Pengumuman penyesuaian tarif ini berlaku serentak mulai hari Senin, 1 Juni 2026, tepat pada pukul 00.00 WIB. Kenaikan harga ini langsung memicu antrean kendaraan yang cukup panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar sejak malam hari sebelum peraturan baru tersebut diterapkan.
Salah satu lokasi yang mengalami antrean cukup padat adalah SPBU 31.127.01 yang berada di Jalan Kapten Tendean No. 41, RT 02/RW 03, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sejak pukul 21.00 WIB hingga menjelang tengah malam pada hari Minggu luar biasa ramainya. Para pengendara sepeda motor dan mobil pribadi berbondong-bondong memenuhi area pengisian agar bisa mengisi tangki kendaraan mereka penuh-penuh dengan harga yang lama.
Direktur Utama PT Pertamina, Ibu Nicke Widyawati, menjelaskan dalam siaran persnya bahwa kebijakan menaikkan harga BBM nonsubsidi ini terpaksa dilakukan karena mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia yang terus meroket. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sedang melemah juga menjadi alasan utama mengapa penyesuaian harga ini tidak bisa dihindari lagi oleh pihak Pertamina demi menjaga kestabilan ekonomi perusahaan.
Kenaikan harga ini tentu saja langsung membuat para pengendara, terutama golongan pekerja dan mahasiswa, merasa keberatan. Harga Pertamax yang semula Rp12.950 per liter kini melonjak naik menjadi Rp13.600 per liter, sementara Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan sekitar Rp800 dari harga sebelumnya. Perubahan angka di papan pengumuman tarif SPBU tersebut langsung memancing keluhan dari warga yang mengantre.
"Jujur sebagai anak sekolah yang setiap hari naik motor ke sekolah, kenaikan ini kerasa banget di uang jajan saya," kata salah seorang pengendara motor, Kak Aditya Pratama, yang merupakan seorang pelajar SMA saat diwawancarai di lokasi. Ia menambahkan, kalau harga Pertamax terus naik seperti ini, ia terpaksa harus menghemat pengeluaran untuk kebutuhan sekolah lainnya atau beralih menggunakan transportasi umum.
Proses transisi pergantian harga di SPBU Mampang Prapatan berjalan dengan cukup lancar meski sempat diwarnai sedikit protes dari pengendara yang telat semenit setelah jam 12 malam. Petugas SPBU dengan sigap langsung mengubah sistem digital pada mesin pengisian tepat pada pukul 00.00 WIB. Beberapa aparat kepolisian juga terlihat berjaga-jaga di sekitar pintu masuk SPBU untuk memastikan jalur lalu lintas di jalan raya tidak macet total akibat antrean kendaraan.
Memasuki hari pertama bulan Juni, situasi di SPBU tersebut perlahan kembali normal dan tidak sepadat malam sebelumnya. Meskipun masyarakat mengeluh, mereka tetap terpaksa membeli BBM tersebut karena merupakan kebutuhan pokok untuk mobilitas sehari-hari. Warga berharap agar harga minyak dunia bisa segera turun sehingga pemerintah dan Pertamina dapat menurunkan kembali harga BBM ke angka yang normal.
← Kembali ke Beranda